Tuesday, October 27, 2015

NAGAREBOSHI

بسم الله الرحمن الرحيم


When I look up at the sky
The stars, see, are sparkling
Each giving off its own light
Like the people on this planet
Yeah, so I, too
Want to shine particularly bright
I close my eyes and make a vow in my heart
And entrust my dreams to that shooting star

I'm in my usual park
I can see the night scenery
On the slide
That's been my special seat for years
Whenever I'm worried about something, I come here
Just like then, I'm on my way to my dreams
But unable to fulfil them
"Maybe this is the end of the line"
There are days when I say weak things like that
But every time, I remember
That starry sky where I looked for a shooting star
The wish I made when I was little
Hasn't changed even now

Hiding out in the schoolyard at night with my mates
We climbed the chain-link fence
The field seemed to have a different face than during the day
We headed for our sea called the pool
We didn't have swimming trunks, so we were all stark naked
Someone jumped in with a strange yell
The splash echoed through the night
"After him!" Everyone else piled in
We floated gently, looking up at the sky
Looked at the stars in front of us, and talked about heaps of dreams
And looked for that shooting star

Looking up at the sky, there are countless stars
The same number now that there was years ago
My dreams are endless and crazy
Incredibly bright, like that star

Hey! If you keep hanging your head like that
You won't even be able to see the things you can see
Look up at the sky, keep your head up!!
Hey! "What do you think of the sky you see?"
Someday, like that shining star…
I wanna shine

********

p/s: This is a song by Home Made Kazoku




:(

I'm such a bad person...

post signature:(

Sunday, September 27, 2015

EXTREMIST

بسم الله الرحمن الرحيم

Al Quran diturunkan sebagai panduan hidup bagi manusia atas muka bummi. Apabila seseorang manusia itu menepikan ajaran al Quran, serta merta dia telah menjadi individu yang keliru akan tujuannya dihidupkan malah sesat dalam gelombang duniawi yang menyesakkan.
Manusia mula mencipta ideologi ideologi yang tersendiri dengan hasrat ianya menjadi sebuah 'guidance' untuk membentuk moral manusia. Disebabkan ideologi yang terbentuk bukan atas dasar wahyu tetapi terbentuknya ia atas dasar nafsu, manusia masih berada di tampuk yang sama seolah olah tiada istilah moral dalam diri. Belajar ethics pun rasa macam grey area je.

Kita bangga bila kita berjaya mencedok kemajuan material Barat yang kosong, kita bangga bila negara mengisytiharkan kemerdekaan negara, kita bangga bila negara aman tanpa perang tapi sejauh manakah kita sedar yang kita ni masih dijajah dari sudut pemikiran.
Kita menjadi hamba kepada fashion, kita menjadi hamba kepada skeptikal masyarakat sehingga kita lupa makna disebalik syahadah yang kita bawak.
Tak mustahil banyak jenayah bunuh, rogol, zina, rompakan, rasuah dsb berlaku akibat jauhnya manusia dari PenciptaNya. Musuh Islam sangat licik dan laju dalam menjayakan projek untuk membinasakan umat Islam.
Sooo, sejauh mana kita dah memperjuangkan kalimah syahadah yang kita ucapkan? Ingatlah ini bukanlah perjuangan bangsa, tapi yang kita perjuangkan adalah Islam. Kalau bukan kita siapa lagi...
Ketahuilah kehidupan kat dunia ni hanyalah sementara. After all, we are just mere human beings whom He has created.
post signature
Wallahu'alam.
p/s: Hye semuaaa~! Lama aku dah tak update blog. Krik krikk.

Thursday, September 10, 2015

TRIBULATIONS


بسم الله الرحمن الرحيم

Akan ada satu masa, Allah akan uji dengan sesuatu yang kita sendiri tak expect pun perkara tu akan terjadi. Kita ni siapa je untuk mempersoalkan apa yang dah ditakdirkan untuk berlaku.

Yakinlah, Allah tak pernah pun melimitkan diri kita ni untuk tempuh segala benda dalam hidup kita. Kita je yang selalu cepat melatah takpun bersangka - sangka dengan susunan Allah.

Moga aku adalah antara golongan yang sentiasa positif dalam hidup aku despite of macam - macam benda yang berlaku. Sebab aku ada Allah.

Dan aku yakin satu hari aku bakal menemui penamatnya.
post signature
Wallahualam.

Tuesday, April 7, 2015

REMINISCING

Assalamualaikum guys.

Hehe. Long time no see.

I'm too busy doing my job here. Not only to become a good doctor, but my ambition is much much bigger than that. My job as His servant to aim the highest Jannah and to meet Him. :')

You know what, there are lots of things that happened in my life that at one point I don't know how to put it into words. Let it lives in my memories as long as it remains. I'm here doing fine and enjoying my Easter break. Actually I got the opportunities to go back home even though I restrained myself for only 5 days. Cuz I already know the drawbacks of doing that - going back home, I tend to be my old me that I would say I don't want to meet the old me anymore.

I think I know the reason. And the fact that I hate the 'unhealthy' environment at my home make me somehow trauma to even spend my holiday time there. But yeah, I feel pity to my mom actually cuz I'm the one she can depend on instead of Allah. And all my siblings that I love so much lillah hi taala.

And my dad too.

In which I don't know whose fault is that.

What makes me still survive is Allah's promise. I want to be the one who will enter His Jannah.

Even though the journey is still long and full of tribulations and surprises, giving up is not an option; hope so and doing my best to achieve mardhatillah.

It is kind of unique as in a Mu'min itself could believe with something that they could never seen which is the unseen world itself. They believe in the existence of heaven and hell. Reward and punishment. And even more than that, the existence of the Mighty Power that control everything in our life. Theory of Everything, heh.

I would say we live in a world that is very unfair and that's why dunia ni penjara bagi orang Mukmin.

But for those who believes with the Hereafter, there will be absolute assurance without being afraid of tyrannized.

Wallahualam.

p/s: I'm studying for my final exam~!!! Doakan sayaaa. Arigatou gozaimasu. *bowing*

Wednesday, February 25, 2015

ENIGMA

Maybe because I'm too tired
Not even know what is within
My self

All kind of conflict and dilemma
That are running in me
Maybe

I don't know what actually makes me tired
Is it a form of escapism?

Maybe yes
But who you are trying to escape from?

The problem is
I'm overthinking about everything
How am I supposed to do?

Hard to be strong in front of everyone
Without realizing I'm actually
Am flying without wing

Everyone seems to have their own struggle
And again maybe that is my fault
Which I'm hesitate to lend my hand
To reduce the burden

Because I'm too selfish?
Am I?

"I have mine also"

The feeling makes me feel exhausted
Feeling like I don't contribute to anything
Where I'm always searching for the Room
As the medium for improvement

Give me time please...

Wednesday, February 11, 2015

ALI, PENCURI YAHUDI DAN HAKIM

بسم الله الرحمن الرحيم
 
Ada sebuah peristiwa yang dapat kita ambil hikmahnya. Pada suatu hari, Sayyidina Ali bin Abi Tholib berjalan melewati sebuah perkampungan, saat melintasi sebuah rumah ia mendapati baju perangnya dipegang oleh seorang Yahudi, sedangkan Sayyidina Ali yakin bahwa Yahudi ini adalah yang mencurinya. Bayangkan, Sayyidina Ali adalah seorang Amiril Mukminin, beliau seorang pemimpin, beliau seorang presiden.

Dengan santunnya beliau mengatakan kepada si Yahudi tersebut: "Ini adalah baju perang milikku yang telah hilang."

Yahudi tersebut berkata: "Tidak ini adalah milikku, engkau mengatakan seperti itu karena mentang mentang engkau adalah seorang amiril mukminin." 

Lalu Sayyidina Ali berkata: "Tidak, dugaanmu adalah keliru. Lebih baik kita mencari keadilan di pengadilan dan memutuskan siapa diantara kita yang benar di depan hakim."

Akhirnya Sayyidina Ali pergi bersama si Yahudi tersebut yang notabenenya tidak seagama dengannya untuk menuju ke mahkamah (pengadilan), sedangkan yang mengikutinya itu adalah seorang amiril mukminin. Sesampainya di mahkamah, beliau duduk dan si Yahudi tersebut duduk tepat dihadapannya. Mereka menunggu keputusan sang hakim untuk memutuskan siapakah pemilik yang sebenarnya.
 
Allahu Akbar… ternyata si Yahudi tersebut salah besar, karena hakim yang ada dihadapannya adalah Qadhi Syuraih. Qadhi Syuraih adalah salah seorang murid Sayyidina Ali bin Abi Tholib. Setelah melihat hakim, si Yahudi tersebut bimbang dan ragu, pasti hakim tersebut memihak kepada amiril mukminin dan akan menghukumnya dengan hukuman seberat beratnya.
 
Lalu Qadhi Syuraih pun memulai pembicaraannya, ia mendengarkan dengan seksama keterangan dari kedua belah pihak seraya berkata kepada Sayyidina Ali: "Wahai amiril mukminin perkara apakah yang akan engkau adukan?"
 
Sayyidina Ali pun menjawab: "Orang ini telah mencuri baju perang milikku."
 
Lalu Yahudi tersebut mengatakan: "Hendaklah bagi penuduh adalah bukti yang jelas."
 
Kemudian Qadhi Syuraih mengatakan kepada Sayyidina Ali: "Wahai amirul mukminin apakah adakah sebuah bukti yang menyatakan bahwa baju perang ini memang benar benar milikmu dan si Yahudi ini adalah pencurinya?"
 
Sayyidina Ali menjawab: "Wahai Qadhi, baju perang itu benar benar milikku, itu merupakan pemberian Rasulullah saw."
 
Qadhi Syuraih kemudian bertanya kembali: "Apakah dirimu memiliki saksi yang menyatakan bahwa baju perang ini benar benar milikmu wahai amiril mukminin?"
 
"YA, aku mempunyai dua saksi. Saksi pertama, adalah pekerjaku, dan saksi kedua adalah anakku Hasan." Jawab Sayyidina ali dengan mantap.
 
Lalu sang hakim menjawabnya: "Kesaksian mereka berdua tidak diterima!!"
 
"Subhanallah… Adakah cucu Rasulullah saw seorang penipu dan tidak dapat dipercaya?" Jawab Sayyidina Ali. 
 
"Sama sekali  tidak wahai Amiril mukminin. Namun Hasan adalah anakmu, dan seorang anak tidak boleh menjadi saksi bagi ayahnya dalam situasi seperti ini. Juga pekerjamu itu juga tidak sah kesaksiannya, karena ia bekerja denganmu dan sudah termasuk dari bagianmu." Kata Qadhi Syuraih menjelaskan.
 
Lalu Sayyidina Ali menjawab: "Sekarang aku sudah tidak memiliki saksi lagi yang dapat membuktikan bahwa baju perang ini adalah milikku."
 
Kemudian Qadhi Syuraih mengatakan dihadapan keduanya: "Demi menjunjung tinggi keadilan, jadi keputusannya, baju perang ini adalah milik si Yahudi ini."
 
"Jadi baju perang itu adalah milikku?" kata si Yahudi sambil tidak percaya terhadap keputusan majelis hakim. 
 
"Iya benar. Baju perang ini adalah milikmu."Jawab Qadhi Syuraih dengan tegas.
 
Si Yahudi bingung dan tidak percaya akan hal yang sedang dialami nya ini. Dalam hatinya ia bergumam: "Bagaimana mungkin keputusan hakim ini berpihak kepadaku? Padahal aku berada di pihak yang salah dan Ali bin Abi Thalib ada dipihak yang benar dan ia benar benar pemilik baju besi ini, selain itu ia juga adalah seorang amiril mukminin."
 
"Berarti aku bisa membawanya kembali dan ini adalah benar benar milikku?" kata si Yahudi ini memastikan keputusan hakim. 
 
"Iya benar, ambillah baju besi ini dan kembalilah, karena engkau adalah pemiliknya yang sah dimata hukum." Jawab Qadhi Syuraih meyakinkannya.
 
Lalu si Yahudi tersebut memandangi Imam Ali seraya berkata: "Wahai amiril mukminin ini adalah keputusan hakim dan ini adalah milikku."
 
"Iya benar, ini keputusan yang seadil adilnya dan baju besi itu adalah milikmu." Jawab Sayyidina Ali.
 
Kemudian si Yahudi tadi tidak beranjak dari ruangan mahkamah sembari memandangi wajah Sayyidina Ali dan sang hakim, lalu ia berkata: "Ketahuilah wahai hakim… Bahwa baju perang ini sesungguhnya adalah milik Amiril Mukminin Ali bin abi Tholib dan sesungguhnya aku telah benar benar mencurinya."
 
Lalu ia berpaling kepada Sayyidina Ali seraya berkata: "Wahai amiril mukminin ulurkan tanganmu."
 
Lalu Sayyidina Ali pun mengulurkan tangannya kepada si Yahudi tersebut, dan Yahudi itu menjabat tangan Sayyidina Ali seraya mengucapkan: "Asyhadu an Laa ilaaha illallaah wa Asyhadu anna Muhammad Rasulullah."
 
***
p/s: Mahkamah yang Maha Adil adalah Mahkamah Akihrat. See you there~

Tuesday, February 10, 2015

DETIK DETIK TERAKHIR

Assalamualaikum warahmatullah.

This is a quick update. Ngehee.

Detik-detik terakhir lah sangat. *rolling eyes* Pfft.

Actually what I wanted to say is I'm almost done with my assignment! Ohoi. Terimbau kembali masa dekat KMB zaman buat Extended Essay (EE) kalau nak tahu EE tu apa sila gunakan khidmat Inche Google. Tapi untuk assignment ni lagi lebih struggle dia compared to EE. Bila aku fikir-fikir balik, lahai EE tu takde la susah mana pun. Woops. EE tu pun aku buat last minute sebab asyik kena reject je mula-mula, from Bio tukar ke English literature sebab Bio tu sama tajuk ngan orang lain so proposal aku ditolak. Sobs. Then from English literature tukar lagi kepada English linguistic sebab aku tak tahan baca novel yang aku nak kaji tu which is Two on a Tower. Aku sendiri pilih novel tu but then aku sendiri yang give up. Haha. Sebab English yang Thomas Hardy tu guna high level sangat sampai boleh nangis aku baca tu. Dah lah masa limited nak kena hantar and at the same time kena baca novel tu dari kulit ke kulit untuk ulas mana-mana aspect under literary canon. Makk aii, boleh gila time tu.

Ada banyak version cover dia ni haa.
Pastu bila hasrat aku nak tukar Reseach Question last-last minute, apa lagi kena marahlah dengan advisor EE aku sebab cam dah last minute sangat tetibe nak tukar. Huwaa. Aku fikir aku boleh habiskan baca novel tu, but then buku tu mampu teman aku time waktu tidur je and membawa aku melayari mimpi-mimpi berlatar belakangkan zaman Eropah dulu. Buku tu best tapi tulah, bahasa klasik sangat sampai aku penat asyik nak check kamus je. Haha.  

But then Alhamdulillah berbaloilah tukar jadi English linguistic dimana aku kena buat survey lah, pastu buat data lah and at the end dapat result yang memuaskan.Walaupun aku rasa aku merapu je dalam tu. Heh.

And now bila sambung degree ni, takyah cakaplah, lagi advance dia punya assignment. Kalau aku punya ni ikut UK lah, tak tahu la camne uni-uni lain, mungkin lagi mencabar. Dah lah assignment ni campur sekali ngan final mark. Huhu.

STAGE ONE
Masa first year kena buat Family Study dimana each partner akan diberi satu pregnant mom and kena buat report pasal development semua benda alah tu malas lak nak ulas. Aku suka gila time tu especially bila my Family Study pregnant mom melahirkan anak perempuan. Wahhh, aku visit rumah dia sambil bagi hadiah gituu mudah-mudahan dapat jadi seorang mujahid yang berguna untuk ummah. InsyaAllah amin. Dan ada lagi assignment-assignment lain yang boleh tahan kritikal juga lah contoh macam critical appraisal dan banyak lagi. Macam untuk assignment critical appraisal tu sendiri aku rasa mencabar lah sebab kena kritik journal orang lain and at the same time appraise that journal. Fuhh.

STAGE TWO
And untuk this second stage medical student kena buat Patient Study in which you and your partner are given a patient with a chronic disease. So kena buat report on how that chronic disease could give impact on the patient by integrating biological, social and psychological factors on the patient bla bla bla.

And Alhamdulillah tak sabar nak tunggu Jumaat ni untuk submit benda ni and meneruskan perjuangan menyiapakan assignment yang lain pulak *sarcasm intended*.

Cuba bayangkan kalau macam ni lah cycle kita setiap hari, bangun pagi pergi kelas, malam buat assignment and benda ni berulang-ulang until you forgot to live your life as hamba Allah tu sendiri. Bukan ke lagi sedih? Apa je kebaikan yang aku dah buat hari ni? Apa je contribution untuk ummah pada hari ni? Tilawah berapa page hari ni? Mathurat baca tak?

This is what we call as vicious cycle. And i'm afraid that if i'm the one who indulging myself in that cycle. 

Dan akhirnya kita dihanyutkan dengan kesibukan dunia tanpa menyedari hari-hari kita berlalu tanpa meletakkan ingatan kita padaNya. Sampai kita lupa apa tanggungjawab kita yang sebenarnya. Kita merasakan kita sudah cukup sibuk dan hanya memberi sisa-sisa masa kita untuk mengabdikan diri kita kepada Allah.

Inilah reality hidup student. Mungkin tak valid untuk semua dan valid untuk aku je. ;')

A self reminder for today.

Wallahualam.

SABR! Keyword yang manusia selalu miss.
p/s: bilamana aku disibukkan dengan benda-benda duniawi, aku rindu untuk diberi kelapangan masa kononnya agar dapat mempersiapkan diri dengan ilmu-ilmu akhirat macam baca Al Quran satu juzu', baca buku-buku fikrah ke. Tapi bila kelapangan masa diberi, dimanakah janji-janji itu pergi? Kbai.

2nd p/s: Imma still in ma uni yaw from this morning yaw. I am so tired yawww. Plus lapar yawww. Haha lapo je kejo ko ni haa. Ngantuksss. *menguap sampai keluar air mata*

Friday, February 6, 2015

SELF REMINDER

Assalamualaikum.

Aku teringat satu ayat ni, golongan yang langsung tidak sudi membaca tetapi berstamina tinggi untuk berpendapat, ia hanyalah sikap self destructive yang menggali kubur sendiri.

Kita semua mempunyai option untuk membentuk fikrah kita sendiri sama ada beracuankan fikrah Islamiyyah mahupun mencampuradukkan fahaman-fahaman fikrah selain dari Islam which could lead to aqidah yang tak settle. Bila Islam bercampur dengan -isme-isme ciptaan manusia, itu tak melahirkan akidah yang sejahtera.

Bila akak-akak murobbi suruh baca buku fikrah, tu bukan saja-saja nak bazir masa kita, tapi itu adalah salah satu cara untuk membentuk fikrah kita dan seterusnya membina akidah yang sejahtera. Makanan takkan tetibe masuk mulut kita kalau bukan kita yang menyuapnya masuk ke mulut sendiri. Macam tu jugalah dalam proses membentuk fikrah individu itu sendiri.

Dan kalau diri sendiri malas nak membaca tapi suka memberi pendapat, dari manakah datangnya fundamental of thinking tu? Emm. Better diam je. Err. Huwaa.

A reminder to myself.


Indeed.

Kbai.


p/s: "Amboi kemain kau sekarang ni rajin update blog," kata Alyani Nazirah kepada si penaip ni. Hekkk. Nak kata bosan takde la sangat pun sebab berlambak kerja kau ni weeehh. 

2nd p/s: Tadi aku baca blog Fatin Liyana, aku follow dia quite a long time ago la. Cantik sangat hamba Allah seorang ni. :') And dia dah bertunang dengan seorang doktor gak! Grand habis cam kawen da aku tengok. Wuu. Any hoo, semoga jodoh panjang dan cepat-cepat diijabkabulkan and dapat anak comel cam mummy dia. *fangirling*

Thursday, February 5, 2015

HARPER LEE

Assalamualaikum guysss~!

Sekarang ni aku bagai nak rak nak kena siapkan assignment. Deadline 13hb ni, lub dup lub dup. Doakan sayaaa ye. ^^ 

Haa, sebenarnya nak cerita, aku baru tahu yang Harper Lee penulis buku To Kill a Mocking Bird nak releasekan buku kedua dia yang berjudul Go Set a Watchman. And of course laa aku antara orang yang teruja nak baca buku tu after soo long ago aku habiskan baca buku To Kill a Mocking Bird tu. Quite surprising gak laa tetibe ada keluar sequel buku tu which I'm not really expected pun la. And I'm really looking forward to read that book.




Dengar cerita buku tu bakal keluar bulan July ni. Ehem ehem, ada sesape nak bagi free tak? Koff kofff. 

Go Set A Watchman
Yang menarik pasal benda ni is that buku ni ditulis dulu before buku To Kill a Mocking Bird ditulis, Dan setelah hampir 50 tahun berlalu, barulah editor buku ni memberi pengesahan untuk menerbitkan buku yang kedua ni dimana simpanan original buku ni masih wujud lagi. 

Since buku ini adalah continuation daripada buku yang pertama tu, so basically buku tu pasal Scout Finch anak perempuan kepada Atticus ni melawat ayah dia dekat Maycomb, Alabama and sama-sama berjuang dengan ayah dia dan sepanjang tu akan muncul lah pelbagai konflik dan adegan-adegan that will make you getting an adrenaline rush. Haha. Mungkin.

Dan I'm quite sure Harper Lee's style of writing will be the same. Kalau betul-betul baca To Kill a Mocking Bird tu banyak la mempersoalkan keadilan dan kesamarataan antara penduduk masyarakat dekat kota tu. And benda tu kalau lihat banyak je terjadi kat negara kita sendiri ni in which social inequality tu sendiri. Tak kisah lah dari segi warna kulit mahupun social status tu sendiri. Yang lemah ditindas, yang berkuasa semakin dahagakan kekuasaan tu. Maka dengan ini plan-plan musuh makin mencapai matlmatnya.

Bayangkanlah, even zaman sekarang ni projek perumahan berjuta-juta, tapi hakikatnya kos pembinaan tu tak sama pun dengan modal yang telah ditetapkan pada dasarnya. So kemana duit tu semua pergi? Zappp, laju je duit tu masuk perut kroni-kroni sekepala yang mengikut langkah-langkah syaitan. Bukan ke dah tak jadi halal sumber duit tu sendiri. Dan duit itu yang akan digunakan untuk menyara keluarga, bagi anak-anak sekolah akhirnya hilang keberkatan tu sendiri. Secara tak langsung, perkara yang nampak kecil ni sebenarnya boleh menyebabkan keruntuhan akhlak moral dalam kalangan masyarakat kita.

Bila baca paper lagilah aku pening tak tahu mana satu yang hak atau batil. Tak kisahlah dari kes mahkamah bertahun yang lepas punya until lah kes mahkamah yang terbaru. Bila rasa ihsan tu dah hilang dalam diri, manusia tak takut pun nak buat salah and worse, berusaha untuk menegakkan yang batil tu. In which this make me realize, mahkamah dan neraca Allah lah yang Maha Adil. Dan akan tiba suatu hari nanti, penyaksian yang adil dan saksama akan terlaksana. Dan orang-orang yang dizalimi, ditindas mahupun didiskriminasikan pasti akan mendapat pembelaan yang seadil-adilnya. Best kan? :)

Tulah nak katanya undang-undang manusia dengan undang-undang Allah ni takkan sama. Adil itu sendiri bermakna meletakkan sesuatu ditempatnya. Tapi sejauh mana manusia tu sendiri boleh berlaku adil? 

Dalam buku To Kill a Mocking Bird tu aku suka la kat satu character ni, Scout. Even though dia ni masih kecil, cara dia berfikir tak macam kanak-kanak sebaya dia, bilamana her perspective on life, humanity aspect etc sangat berbeza dan banyak mempersoalkan tindakan-tindakan 'lucu' sesetengah pihak. Kalau nak tahu lebih lanjut kenalah baca sendiri. 

Tetibe aku teringat, sewaktu Islam mula diturunkan melalui wahyu dan disaat Islam memulakan dakwahnya secara terang-terangan, kenapa kebanyakan golongan hamba-hamba sanggup masuk Islam dan mengabdikan dirinya hanya kepada agama Tauhid ni?

Jawapan dia mudah je which is agama Islam ni adalah agama yang adil.

Islam Kaffah?
Disaat golongan wanita memperjuangkan hak menuntut agar hak wanita diberi sama rata seperti mana hak lelaki, disaat golongan LGBT memperjuangkan kesamarataan hak asasi seperti mana golongan yang secara azali mengikut fitrahnya, disaat terdapatnya golongan yang mensekularkan agama daripada kehidupan, disaat terdapat suara-suara sumbang menuntut hak kebebasan bersuara tanpa mengetahui the real meaning of freedom and so on and so forth, disitulah akan ada pejuang-pejuang hak yang mempertahankan kesucian Islam tu sendiri.

Jatuhnya moral dan akhlak manusia apabila manusia tidak lagi mengamalkan cara hidup Islam yang sebenar berpaksikan alQuran dan asSunnah tu sendiri. Apabila hati-hati manusia makin jauh daripada Sang Penciptanya, lalu muncullah bintik-bintik hitam dan akhirnya terbentuklah satu hati yang gelap lagi keras. Itulah yang terjadi bilamana sistem khalifah jatuh dan perkara ni terreflect dalam gaya hidup masyarakat kita sekarang ni.

Entahlahh. Emm, bagi aku Islam tu everything. And I'm really sad bilamana ada pihak-pihak yang mempermainkan agama kita ni. And sebab apa benda ni berlaku? Sebab umat Islam tu sendiri nampak lemah, mudah dipijak, sebab tu lah senang je musuh buat macam-macam yang kadang-kadang kita sendiri tak sedar agama Islam ni dipersendakan.

T_T

Ok lah, back on track. Uhuk uhuk. Pape pon aku menanti buku ni keluar and macam aku cakap tadi, kalau ada sesape sudi nak bagi free buku ni kat aku, aku sangatlah appreciate gila-gila punya ah. Ahaa. 

Gurau je.

Last but not least, doakan aku in everything that I do. ^^

Hanya redha Allah yang kudamba. InsyaAllah.

Ilal liqo'


What I really do is updating my blog. Wahahaa. *sigh*
p/s: Bila habis assignment ni aku plan nak tengok movie P.K. tu. Nampak gaya macam best.

2nd p/s: Sekarang ni aku sebenarnya teringin nak baca buku-buku karya Karen Armstrong bilamana aku terbaca dekat blog saifulislam tu. Hehe. Cam best. But I have no time. Banyak buku yang beratur dekat reading list tu merayu untuk dibaca. Hampehhh.

3rd p/s: Sebenarnya aku bosan buat assignmentt. Whyyyy?? T_T Aku lebih suka menelaah buku tebal daripada menaip assignment. Ngehe. Teruk betul perangai.

4th p/s: Sebenarnyaa kannnn, aku rindu someone. T_T Emo pulak kaannn. Kbai. 

post signature

Saturday, January 31, 2015

HAVE YOU FORGOTTEN OUR PROMISE?

 بسم الله الرحمن الرحيم

Some people think by keep on dreaming, it will come true someday. Just like building castles in the air, it is futile. How many of us will work for it so that it will become a reality? A dreamer will continue to dream in which could lead to disability to differentiate between a reality and fantasy. Schizophrenia I guess. Heh. Ok, tetibe.

We tend to live in our own designated life which would give us the pleasure of what we have been seeking for. Emm what should I call it? It is like being in our own comfort zone. We are too comfortable with what we have and subconsciously or most of us intentionally avoiding some sort of 'harm' that will threaten our self-limiting zone. Because of what? Cuz we are afraid if we are out of our secured zone, claimed to be the safest zone ever, we are no longer experience the pleasure in it.

All those titles, recognition, compliments will no longer become the priority. If and only if we realize it.

To change is very difficult. To make a change is even more difficult. And those ambitious hope and dream will not come true if one does not make an action to even start it. Become a starter might need lots of sacrifices which indeed use lots of our time, money or even higher, our blood! You see, we are all Allah's slave. A slave did not do anything beyond what his master ordered to. They are obeying every single tasks given.

In Islam, becoming His slave doesn't mean it is a form of distasteful. It shows the total submission to HIM alone and follow only His commands. There is no other ilah than Allah. We believe He is our Rabb and Malik. Not easily falling into our own Nafs, or even the 'pleasures' of the world where it is all are deceitful.

If and only if we realize it...

"So have they not traveled through the earth and have hearts by which to reason and ears by which to hear? For indeed, it is not eyes that are blinded, but blinded are the hearts which are within the breasts." [al Hajj: 46]

Open your eyes! Wake up from the deep slumber! Our ummah is dying. And I'm sick of it.

Time will not wait for us and keep on ticking.

Tik tok tik tok...

It is either we lose in the battle with ourselves or we win against it. All of us, YOU and YOU! and even me myself are always given the chance to decide what is the best to fulfill our pledge to Allah which is to become an abid and khalifah.

Our syahadah become the proof between we and Him.

I miss my hometown~

p/s: Following the Prophet PBUH is what we should do. Never ever ever give in to the feelings that are not true.

2nd p/s: Dreaming to enter the highest Jannah. ^^ So what? Work for it laaaa!

Sunday, January 25, 2015

WAHHAABI? BIAR BETUL (part 2)

بسم الله الرحمن الرحيم

Selepas Amir Abdul Aziz meninggal dunia, anaknya menggantikannya. Amat malang sekali, anaknya itu tidak mempunyai banyak ilmu dalam soal kenegaraan dan diplomasi. Beliau telah mengapi- apikan pengikut Wahabi supaya melawan kerajaan Islam Turki yang wujud pada masa itu. Kalaulah dia seorang yang bijaksana, dia patutlah mengelakkan diri dari menumpahkan darah sesama Islam. Semua ini berlaku kerana sifat mementingkan diri sendiri di mana mereka ini ingin menjadi pemerintah. Di mata Turki, nama Wahabi amatlah dibenci.

Kesilapan ini telah mencetuskan peristiwa malang di mana Mesir telah menyerang Arabia untuk menghancurkan pergerakan Wahabi. Muhammad Ali ialah pemerintah Mesir yang berbangsa Albania. Selepas peperangan sengit di Taif, Muhammad Ali menyerang dan mengalahkan Wahabi. Lebih dari 50,000 pengikut Wahabi dibunuh. Mayat-mayat bergelimpangan di seluruh bandar. Selepas kekalahan ini, orang-orang Wahabi sekali lagi dizalimi. Semua ketua-ketua Wahabi dikumpul dan dibunuh di khalayak ramai. Mayat-mayat mereka diberi makan kepada anjing. Bandar-bandar yang berdekatan telah diceroboh, pohon kurma ditebang, tanaman dan binatang ternakan dibunuh serta rumah-rumah di bakar hangus. Orang- orang tua, orang sakit, perempuan dan kanak-kanak di bunuh tanpa kasihan belas. Mendengar berita tersebut kerajaan British yang takut kepada kebangkitan Islam itu amatlah gembira sekali dengan perbuatan Muhammad Ali dan anaknya Ibrahim. Kerajaan British telah menghantar satu delegasi khas dari India untuk mengucapkan syabas kepada Muhammad Ali dan anaknya Ibrahim. Rombongan itu diketuai oleh Captain George Forester Sadlier.

Dalam tahun 1900, seorang padri Kristian Samuel Zwemer menulis: "Pergerakan Wahabi telah dapat dihapuskan. Kesan politik akibat dari pergerakan Wahabi hanyalah kejutan sementara. Kekuatan bangsa Saudi hanya tinggal dalam sejarah sekarang".

Ramalan ini didapati salah kerana kurang daripada suku abad selepas itu, Sultan Abdul Aziz telah menakluki seluruh Semenanjung Tanah Arab melalui usahanya sendiri. Pada peringkat awalnya, bukan saja orang-orang di Tanah Arab malah seluruh Ummat Islam di merata dunia tidak sabar-sabar lagi ingin melihat kebangkitan Islam se dunia di bawah pimpinannya.

Malang sekali, harapan ini jatuh berkecai. Apabila beliau mengistiharkan bahawa beliau akan menegakkan sistem beraja, teranglah bahawa Raja Ibn Saud menggunakan Wahabi sebagai alat untuk mencari kuasa bagi dirinya.

"Di sepanjang hidupnya, Ibn Saud suka bercakap tentang Islam sebagai tanggungjawab yang diamanahkan kepadanya tetapi menjadi jelas sekarang bahawa kepentingan dirinya untuk menjadi raja mengatasi kesungguhannya untuk memperjuangkan Islam. Kata-katanya- yang manis telah dapat menipu ramai orang termasuk dirinya sendiri. Dia seorang sederhana, bersopan santun tetapi dia membiarkan dirinya menyertai orang yang di sekelilingnya dalam hidup membazir dan kemewahan yang berlebihan. Dia kuat beragama tetapi jarang sekali dia memikirkan tentang tujuan upacara-upacara ibadat. Beliau menunaikan sembahyang lima kali sehari dengan sempurna dan menghabiskan masa berjam-jam beribadat di malan hari tapi dia tidak mengetahui bahawa sembahyang hanyalah jalan bukannya matlamat. Beliau bercakap tentang kebesaran cara hidup Islam tetapi beliau tidak membuat apa-apa usaha untuk membentuk sebuah masyarakat maju yang berlandaskan cara hidup Islam. Beliau tidak pernah cuba untuk mencari kesilapan dirinya sendiri tetapi menggunakan segala helah akal untuk menganggap apa yang dibuatnya semuanya betul, walaupun terang-terang salah. Pcngampu-pengampu di kelilingnya tidak membuat apa-apa untuk memperbaiki kelemahannya. Masing-masing merebut-rebut untuk mencari harta pemberian."

Yang sebenarnya, Ibn Saudlah yang menghancurkan harakah Islam di Arabia dengan mengizinkan carigali minyak oleh syarikat syarikat minyak Amerika pada tahun 1932. Kalaulah beliau masih berpegang teguh kepada prinsip perjuangan Islam sudah tentulah beliau menolak syarikat itu. Dengan cara ini, ianya dapat menahan atau melambatkan untuk beberapa kurun pengaruh kebudayaan barat dari bertapak di Saudi Arabia. Akhirnya, perjuangan untuk menegakkan masyarakat Islam tertimbus dalam ketamakan harta dunia.

"Semangat perjuangan Islam Wahabi mati di hari Amerika menemui minyak dengan banyak di Saudi Arabia. Semenjak 1912, berterusan selama 30 tahun seluruh hidup dan aktiviti negara dikawal oleh prinsip-primip Islam. Tepat masuk waktu sembahyang, semua perniagaan dihentikan, pintu kota ditutup dari keluar masuk dan sekian penduduk lelaki berduyun-duyun ke masjid. Sekarang semuanya sudah bertukar. Minyak memberi kesan kepada sosial ekonomi rakyat berkali ganda. Kekayaan yang melimpah telah menyebabkan anak-anak raja dan orang kaya bersenang lenang mengikut cara hidup Barat. Mereka mula biasa dengan perlancungan keluar negeri, pakaian rekaan asing dan kemewahan cara asing yang berbagai rupa. Minyak jugalah yang menyebabkan berlakunva proses perpindahan dari negara menyebabkan masyarakt Saudi Arabia bertukar dari yang asal. Pendatang-pendatang terdiri dari Pegawai-pegawai dan buruh-buruh yang memburu kerja, peniaga- peniaga yang mencari keuntungan cepat dan pengilang-pengilang yang ingin melabur. Yang membimbangkan sekali, terdapat guru-guru dan ahli teknikal yang memberi sumbangan yang besar dalam mmbaratkan generasi muda. Mereka berpakaian seperti orang Eropah dan berkelakuan tidak berbeza dan orang barat. Adalah tidak lama masanya di mana Saudi Arabia akan di baratkan seperti yang berlaku pada negara jirannya".

Walaupun pergerakan Wahabi dari segi politiknya berpusat di Saudi Arabia, tapi semangatnya telah memberi kesan yang menyegarkan ke stiap penjuru dunia Islam. Perjuangannyalah yang akhirnya menjadi inspirasi kepada pergerakan al-Ikhwan al-Muslimin. Dengan pertolongan mujaddid- mujaddid seperti Ahmad bin Abdul Wahab inilah, Islam dapat dihidupkan kembali dan diselamatkan dari mala petaka.

WAHHABI? BIAR BETUL (part 1)

بسم الله الرحمن الرحيم

Buku yang aku currently tengah baca is Suka Duka Gerakan Islam Dunia Arab by Maryam Jameelah. Personally, aku rasalah, bagi orang yang berada atas jalan ni (DnT) and selalu ada je kemusykilan tentang manhaj yang tengah kita semua bawak ni, aku sangat-sangat encourage untuk baca buku ni. In a way, banyak benda yang boleh di clearkan balik. And for myself, aku jenis yang banyak persoalkan sesuatu benda tu and alhamdulillah sedikit sebanyak makin jelas la persoalan-persoalan aku ni. Dan insyaAllah akan membuatkan aku terus yakin dan tsabat atas jalan ni. Biidznillah.

Kalau dinilai semula, banyak je gerakan atau jemaah yang bersungguh-sungguh nak kembalikan semula nama Islam dan seterusnya berharap agar Islam kembali menjadi World Order (UA). Dalam menyertai sesebuah gerakan tu sendiri amat pentinglah untuk kita tahu manhaj yang dibawa, wasilah apa yang digunakan, dan yang paling penting selari dengan alQuran dan sunnah. Bukan kah sunnah yang terbesar yang Rasulullah bawa itu adalah dakwah tu sendiri. Sebab tu la penting untuk kita tahu dakwah yang bagaimana yang paling muntij (effective) untuk dilaksankan pada kurun ke 21 ini. 

Ramai je yang merasakan jalan yang mereka bawa itu adalah yang terbaik daripada hasil ijtihad mereka. Tapi sejauh mana perjuangan mereka itu benar-benar mereflek semula cara perjuangan sebenar yang dibawa oleh Rasulullah yang bermula dengan 3 tahun sirr (rahsia) di Mekah dan seterusnya 10 tahun secara jahr (terang). Dan barulah terbentuknya daulah Islamiyah di Yathrib hasil daripada turunnya wahyu Allah untuk berhijrah.

Dan benda ni sangat mereflect balik la situasi-situasi yang berlaku pada zaman sekarang ni. Dah terlalu banyak fitnah ataupun boleh dikatakan dajjal versi moden yang bertaburan kat atas muka bumi ni. Emm, kalau ada masa aku teringin nak hurai dengan lebih panjang tapi disebabkan ada banyak assignment aku kena siapkan. Ngee~

And kat bawah ni salah satu bab dalam buku Suka Duka Gerakan Islam Dunia Arab. :)

***************************************************************************
Telah menjadi satu kenyataan, awal abad ke 12 Hijrah merupakan masa di mana keruntuhan akhlak dan aqidah Islam berada pada tahap yang menghinakan di seluruh negara Islam. Keadaan Ummat Islam pada masa itu amat jauh berbeza dengan keadaan Ummat Islam di zaman Rasulullah S.A.W sehingga ia menjadi tandatanya bukan saja kepada orang Islam malah termasuk orang bukan Islam. Seorang penulis Amerika Lothdrop Stoddard telah menggambarkan dengan jelas keadaan keruntuhan Ummat Islam di zaman ini. Mengikut pendapat Amir Shakib Arsalan, ketegasan dan ketepatan gambaran yang diberikannya itu tidak dapat ditandingi oleh cerdik pandai Islam yang lain:

"Agama Islam hancur seperti hancurnya agama-agama lain. Keesaan Allah di dalam ajaran Islam telah dibebankan dengan pembiakan berjenis-jenis teori karut dan ajaran salah. Masjid-masjid kosong dan menanti runtuh, dipulau oleh sijahil yang sibuk dengan tangkal azimat, jampi serapah dan tasbih. Mereka lebih memberi perhatian kepada Faqih dan Tok Lebai yang sesat. Mereka menunaikan haji di kubur-kubur 'orang wali' yang disembah sebagai perantaraan atau keramat. Ajaran Qur'an tidak dihiraukan sehingga Mekkah dan Madinah menjadi tempat di asingkan. Boleh dikatakan hidup mereka sudah lari dari ajaran Islam. Jikalaulah Nabi Muhammad balik ke dunia, sudah tentulah baginda akan menganggap mereka sebagai murtad atau penyembah berhala".

Di tengah keadaan yang tidak menggalakkan itu Muhammad bin Abdul Wahab dilahirkan dalam tahun 1703 di tengah sebuah keluarga yang terkenal dengan alim dan mulia di Nejd. Di masa kanak-kanaknya beliau sudah menunjukkan sifat-sifat luar biasa dari orang lain. Apabila Muhammad bin Abdul Wahab meningkat dewasa, beliau sudah dikenali di seluruh Arabia sebagai seorang alim yang bijak. Dia mula dikerumuni oleh ramai murld- murid. Muhammad bin Abdul Wahab masih lagi dahagakan ilmu sehing- gakan dia pergi ke Mekkah, Madinah dan akhirnya ke Iran untuk belajar. Di Iran beliau menuntut ilmu dari beberapa orang ulamak di sana.

Apabila beliau balik ke Nejd, pemerintah kawasan itu merasa bimbang terhadap pengaruhnya yang mungkin akan menghancurkan kuasanya. Kerana kebimbangan inilah salah seorang dari pemimpin Nejd telah mengirim amaran kepada Gabenor di situ:
"Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab melakukan perkara yang bercanggah dengan kehendak dan kesukaan saya. Oleh itu kamu mesti bunuh dia sekarang. Jika tidak kami tidak akan membayar subsidi kepada kamu'".
Mendengar khabar itu, Sheikh Muhammad dengan beraninya mengatakan: "Pendirian yang saya pegang dan risalah yang saya laungkan kepada setiap orang ialah 'La illaha illallah -Tiada Tuhan melainkan Allah' Aku menyeru kepada prinsip asas Islam iaitu menyuruh kepada kebaikan dan melarang kemungkaran. Jikalau kamu memegang teguh risalah ini, InsyaAllah, Allah akan mengalahkan musuh- musuh kamu".

Dengan sikap hati batu, Gabenor di situ telah mengusir Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab keluar dari daerahnya sehingga beliau terpaksa berjalan kaki menyeberangi padang pasir yang panas menuju ke tempat buangan.

Di dalam perjalanannya, Sheikh telah disambut oleh Amir Muhammad Ibn Saud yang berjanji untuk bekerjasama menjayakan rancangan Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sheikh Muhammad bin abdul Wahab tidak berpuas hati dengan hanya berdakwah. Beliau bercita-cita untuk menubuhkah sebuah masyarakat di mana Islam dalam keadaan tulen menjadi perlembagaan hidup. Di bawah pemerintahan Amir Muhammad Ibn Saud, cara hidup, aqidah dan perangai rakyatnya bertukar dengan sepenuhnya. Belum pada itu, sebahagian besar dari penduduk Mekkah dan Madinah hanyalah Islam pada nama sahaja. Mereka tidak mengetahui apa- apa melainkan mengucapkan dua kalimah syahadah. Sekarang mereka diperintah untuk sembahyang berjemaah, puasa bulan Ramadhan dan membayar zakat. Tembakau, sutera dan simbol kemewahan telah dihapuskan sama sekali. Cukai yang tidak berunsur Islam juga dihapuskan. Inilah pertama kali dalam berabad-abad lamanya, orang Badwi dapat hidup dalam aman dan senang lenang. Mereka tidak perlu lagi risau tentang lembu atau harta mereka dicuri orang. Sehinggakan hamba kulit hitam berani membuat pengaduan di hadapan kaum yang terberani serta yang tergagah dan si hamba itu disuruh membilang kesalahannya begitu saja dengan ikhlas hati. Perbalahan mazhab berkurangan apabila ulamak dari setiap mazhab yang diiktiraf bergilir-gilir menjadi imam sembahyang berjemaah di masjid.

Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab terbukti seorang mujaddid yang terkenal yang boleh dianggap sebagai pengganti kepada Imam Ahmad bin Ibn Hanbal dan Ibn Taimiyyah. Seperti mereka ini, Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab menolak fahaman akal Muktazilah. Beliau menekankan supaya isi Qur'an dan Sunnah Rasulullah s.a.w. yang sahih mestilah diterima dan diikuti menurut makna ayat yang ringkas dengan tidak bersoal. Beliau juga menekankan tentang betapa pentingnya Qur'an itu tidak disertakan dengan tafsir yang berunsur mistik. Beliau juga menentang amalan mewarna Qur'an dengan warna berkilat-kilat. Sheikh Muhammad bin Abdul Wahab juga merasa kurang senang melihat ramai orang terlalu memberi ketaatan kepada tafsiran isi Qur'an berbanding dengan isi Qur'an itu sendiri serta hadith- hadith Rasulullah. Pada hal, tafsiran ialah karangan manusia, yang berkemungkinan salah. Beliau menjelaskan, jika teks Qur'an dicampur adukkan dan dikucar-kacirkan dengan tafsiran-tafsiran maka kemungkinan Ummat Islam tidak lagi dapat menikmati keaslian teks Qur'an yang asal. Mereka akan terjerumus ke dalam kesesatan yang telah diamalkan olen Yahudi dan Nasrani.

Walaupun dalam perkara Syariah, beliau mengikuti Hanbali, namun begitu, beliau tidak mengikutnya dengan membuta tuli dalam semua perkara. Di dalam tulisannya, dia tidak membangkang sesiapa saja dari orang Islam yang ingin berpegang kepada mazhab Islam yang tiga itu. Dengan pancaran hati yang terang. Sheikh Muhammad berpendapat, mengikut kajiannya, keruntuhan Ummat Islam pada masa itu berpunca dari kaitan mereka dengan mistik dan Tassawuf. Walaupun begitu Sheikh tidak menentang Tassawuf dengan membuta tuli. Pada masa mudanya, beliau telah belajar dengan teliti dan perasaan simpati dengan seluruh cabang ajaran Sufi di Iran. Apabila umurnya meningkat tua, beliau menyedari bahawa penyalahgunaan Tassawuf telah tersebar luas dan dianuti oleh ramai Ummat Islam. Ianya adalah seperti air yang bersih dan halal tetapi terpaksa diharamkan oleh doktor jika ianya membahayakan pesakit. Tassawuf dari segi prinsipnya halal tetapi jika ia boleh membawa bahaya maka ianya hendaklah ditolak ke tepi. 'Warnakanlah tikar sembahyang kamu dengan arak jika ketua Tasawwuf kami memerintahkannya'. Dengan terang, pemikiran seperti ini adalah syirik. Mereka lidak dapat membezakan kepada siapa yang perlu diberi ketaatan, Allah atau ketua Tasawwuf.

Sheikh-sheikh di Arabia pun sedar bahawa Ummat Islam telah ketagih dengan Sufi ini. Inilah perkara yang menidurkan mereka dan menahan mereka dari kecergasan dan pergerakan. Itulah sebabnya Sheikh Ahmad bin Abdul Wahab memilih strategi untuk menentang penyelewengan dalam soal mistik yang terang-terang bercanggah dengan prinsip aqidah dan keesaan Allah. Prinsip aqidah dan keesaan Allah amatlah penting dalam Islam. Beliau menentang dengan keras sekali perkara-perkara seperti bidaah, menyembah keramat, menyembah tanda-tanda dan menyembah kubur. Di samping itu, Sheikh juga menentang amalan yang bercanggah dengan Sunnah Rasulullah yang lazim dilakukan pada masa itu seperti mendirikan masjid dan bangunan di atas kubur. Beliau memerintah supaya semua ini diruntuhkan. Walau pun begitu, beliau tidak membantah menziarahi kubur untuk mengingati mati. Perkara seperti menyembah datuk nenek, meminta pertolongan dari orang dalam kubur dan membuat orang mati sebagai perantaraan dengan Allah ditentang hebat oleh Sheikh.

Sudah menjadi sunnatullah, Sheikh mendapai tentangan hebat dari semua penjuru. Musuh-musuhnya cuba untuk meyakinkan orang ramai bahawa apa yang diajar oleh Sheikh itu ialah agama rekaan baru yang tidak ada kena mengena dengan ajaran Islam. Mereka memfitnah bahawa Sheikh Ahmad cuba mereka-reka mazhab baru dan akan melabelkan sesiapa yang enggan menurut mazhabnya sebagai kafir. Fitnah ini tidak mempunyai kebenaran langsung. Musuh-musuhnya mula menamakan pengikut-pengikut Sheikh Ahmad sebagai 'Wahabi'.

TO BE CONTINUED...

p/s: Bila ada 1000 mujahid, akulah 1 diantaranya. Bila ada 100 mujahid, akulah 1 diantaranya. Bila ada 10 mujahid, akulah 1 diantaranya. Bila ada seorang mujahid, akulah yang menggenggamnya...

Friday, January 23, 2015

DAKWAH DAN TARBIYYAH

بسم الله الرحمن الرحيم

Mengendalikan sebuah usrah, adalah seperti mentadbir sebuah dunia dalam kesenyapan.

Tidak seperti dakwah umum;
Mem
bawa usrah tiada publisiti, tiada liputan, tiada ganjaran.

Juga,

Menjadi seorang murabbi, tidaklah sama seperti personaliti dakwah.

Kita tidak akan punya page Facebook sendiri, status tidak akan menerima jutaan like dan share, blog tidak akan mendapat ribuan views.

Tapi sebenarnya,
Murabbi adalah kunci kepada perubahan dunia.

Carilah satu kaedah yang mampu mengislahkan manusia dengan sudut sekomprehensif usrah, mampukah?

Kamu tahu,
Manusia ini cenderung untuk melakukan apa yang dia paling mahir.

Mereka yang selalu melaungkan amal, mencanangkan kerja mereka, sebenarnya hanya mampu setakat itu.

Tapi mereka yang fasih berkerja, mentarbiah seorang demi seorang, menyentuh hati demi hati,
tidak akan banyak bersuara.

Malah mereka akan terus bekerja, kerana itu yang memaknakan mereka.

Itu adalah kepakaran mereka.

Ah, dakwah sudah mudah.

Ramai sudah yang mampu menulis kata kata enak, video video menarik, seminar dan dialog ilmiah. Ramai.

Namun masih ramaikah yang mampu bekerja tanpa dikenali, membina manusia demi manusia, mengubah no body menjadi somebody?

Menjadi seorang murabbi.

Semua akh biasa berdakwah, menyebar islam dengan cara sendiri.

Tapi hanya akh/ukht yang benar, mampu menjadi seorang murabbi.

Kita naik, dengan mengangkat insan insan lain.


[c&p]

I'm touched.

Saturday, January 3, 2015

2015

بسم الله الرحمن الرحيم

Hey hey, assalamualaikum. ;p

Cepatkan masa terbang dan sekarang dah masuk tahun 2015! Haha. Aku rasa macam cepat gila habis tahun 2014. And kalaulah tahun ni aku berjaya dengan jayanya dalam exam final stage 2, aku dah boleh jadi stage 3 medical student. Hoho. Benda yang paling aku nak sekarang ni is that aku nak cepat-cepat grad. :3 Aku ada misi yang kena buat. Kuikui.

2015.. Kalau ikut tahun I'm already 22~ Ohoi. Moga pemikiran aku jadi lebih matang, and even perangai aku jugak. Kikiki.

Kalaulah aku imbau balik semua yang terjadi time 2014, mesti aku boleh tetibe gelak sorang-sorang, termenung tetibe, nangis tetibe, senyum tetibe. Aku harap tahun 2015 ni, my life will be blessed and shower with His kindness. Manalah tahu tahun ni tetibe ajal datang, aku harap aku mati syahid dan mati dalam husnul khotimah.

PAHIT MANIS MASAM MASIN UMAMI
Bagi aku tahun 2014 banyak ajar aku erti kehidupan. Erti menjadi seorang muslim sejati. Aku takleh imagine kalau Allah tak campak aku masuk NUMed, mungkin sekarang aku tengah menghabiskan duit MARA pergi bercuti kat tempat-tempat yang memang aku nak sangat pergi dan melihat semua keajaiban dan sejarah yang pernah berlaku kat tempat tu. Mungkin aku melihat semua tu, tapi melihat dengan buta mata hatinya. 

Bertebaran kat atas muka bumi, tapi kalau tak didasari dengan niat dan matlamat yang jelas, perkara tu tak menambahkan iman pun. Emm. Walaupun deep down, aku jeles tau huwaa tengok all my besties pergi travel sana sini. Tetibe aku terimbau balik impian aku sejak sekolah menengah, aku nak travel satu dunia ni. Aku nak tahu rahsia yang terselindung kat atas muka bumi ni. Aku nak lihat sendiri sejarah peninggalan kat sesuatu tempat tu. And aku nak buat travelog aku sendiri. Hoho. Time tu aku fikir aku boleh buat semua tu bila dah dapat biasiswa after SPM, ngehe. Dan betullah, kita merancang, Allah juga merancang. Dan sesungguhnya perancangan Allah  tulah sebaik-baik perancangan.

Dan aku sangat yakin, memang hidup aku dah ditakdirkan macam ni. Untuk hidup berjuang atas jalanNya. :') Aku panjatkan sejuta kesyukuran atas nikmat yang Allah berikan dalam hidup aku even aku bukanlah seorang hambaMu yang baik, mungkin tak layak pun nak masuk syurga. Tapi kalau tak dapat jumpa dengan Pencipta sendiri, perkara tulah yang akan membuatkan aku sedih. Menangis air mata darah sekalipun takkan boleh dihidupkan kembali ke atas muka bumi ni.

Sob sob...

Hey, dan impian aku nak travel satu dunia tu tak pudar lagi. One day maybe.. One dayy. InsyaAllah. Kalau aku dapat travel sorang-sorang pun takpe. Banyak benda aku nak belajar. Pasal culture, social, environment, life style, politic, faith, food, education. Haha, kadang-kadang aku rasa lah kan aku berminat ke arah sains sosial sebenarnya. Aku nak kaji human behavior, how they perceive a thing, how they make a decision banyak laa. But then, bila belajar medik ni pun memang aku punya interest nak korek rahsia pasal human sendiri.

And yes, human is very complex. Aku study pun macam tak habis-habis. Nanti masuk exam soalan dia putar belit cam hape entah, macam tak pernah study. :3 Soalan bukan main panjang, tapi point yang dia nak kata alahai cenonet je. But still, aku takleh jawab. Haha. Kan best kalau aku ni genius habis. Semua benda aku tahu. Heaven gilaaa. Kan dah guna ayat 'kalau'. Haish. Tapi benda tu tak mustahil pun kan, kalau tengok Ibnu Sina, bukannya mahir dalam bidang perubatan je, tapi geometri, logik, falsafah, fiqah, matematik to name a few. Mantap kan. 

Aku ni..entahlah~ Haha.

KUAT
Yeahh, aku perlu jadi kuat. Fizikal mental spiritual. Fizikal penting sebab aku selalu imagine kalau aku lawan penjahat aku berjaya kalahkan dia. Hoho. Tapi malangnya bila balik rumah selalu kalah ngan adik lelaki sendiri. Even masuk taekwondo, macam tak membantu sangat pun. Cumanya kalau aku lawan lengan ngan kawan-kawan kat NUMed mesti aku menang. Sebab tu diorang gelar aku biceps. Haha. Seram tak. Lol. And teringat time sekolah menengah aku pernah join tarik tali, menang wehhhh. Hahaa. Lawak bila teringat balik. Aku tak tahu apsal aku join, bajet nak test kekuatan. Satu team mate semua besar-besar gila, aku je sesat kat situ. Fineee, time tu takde la gem*k cam sekarang. T_T Tapi menang beb, dapat pingat. Haha.

Mental lagilah aku perlu kuat. Especially towards my adik-adik. InsyaAllah.

Spiritual lagi lah. And of course lah hubungan dengan Allah kena jaga. Fikirlah, kekuatan tu nak datang dari mana je? Datang tetibe bergolek kat awak? Camtu? Mintalah kekuatan tu dekat Kekuatan yang paling Atas. Which is Allah. Walaupun satu dunia merancang nak jatuhkan kita, tapi kalau semua perkara tu tak diizinkan Allah, semua tu tak boleh berlaku. Ingat sandarkan kekuatan tu pada Allah. Doa jangan lupa, senjata orang Islam. Banyakka qiam. Banyakkan tadabbur ayat, kaji ayat-ayat cinta Allah untuk kita semua ye. Jangan malas-malas ye nak. ^^

Kalau kita kejar dunia je, akhirat tu pasti berciciran. Kena jelas mana satu matlamat, mana satu alat dalam hidup ni. Jangan mudah dikaburi dengan perhiasan dunia. Kejar lah perkara yang kekal tu sendiri, sediakan bekal yang secukupnyaaaa. Jangan biarkan amalan-amalan kita selama ni last-last jadi debu yang berterbangan. T_T

AZAM
Banyak weh azam aku tahun ni. Tapi selalunya aku akan lanjutkan sampai ke tahun depan...tahun depan lagi...tahun depan lagi yang seterusnya. Ngaha. So malaslah kan nak sebut.

Dan sebenarnya dalam banyak-banyak benda, aku sangat bersyukur dikelilingi dengan kawan-kawan yang sentiasa mengingatkan tujuan hidup kita ni. Ni yang tak sabar nak jumpa semuaaaa. Bermujahadah bersama-sama, menjadi ghuraba' atas dunia yang fana ni, untuk menjalankan sunnah terbesar Rasulullah s.a.w. tu sendiri. Hidup melawan arus dunia yang mungkin kadang kala lemas, tak sedarkan diri, tapi akan ada mereka-mereka yang menyelamatkan seseorang yang tegah lemas. Sebab kitakan bergerak atas satu gerabak. Sayang antunna kerana Allah. ^^















Moga nanti kita semua berjumpa disyurga~! Hoyeahhhh.

p/s: Aku rindu semua kawan-kawan aku. Kawan time sekolah menengah, kat KMB semualahhh. 

2nd p/s: Aku selalu tak faham kenapa time nak dekat exam selalu ada mood nak update blog. Huh.
post signature
3rd p/s: And sekarang ni aku ada addicted kat satu lagu ni. Wuhuu.